Investasi Jangka Panjang, Pendek atau Menengah?

0 50

Beberapa dari Anda mungkin ada yang sudah tahu bahwa investasi tersedia dalam banyak jenis. Mulai dari investasi jangka panjang, pendek, atau menengah. Ketiganya sama-sama memberikan profit namun dalam jumlah yang berbeda. Yang namanya investasi, selalu ada resiko yang bisa dialami oleh para investor. Namun ketiga jenis investasi ini memiliki resiko kerugian yang berbeda-beda.

Lalu lebih baik pilih mana antara investasi jangka panjang, pendek atau menengah?

Nah, dalam kesempatan kali ini kita akan membandingkan ketiga jenis investasi, yaitu investasi jangka panjang, pendek atau menengah dari segi keuntungan, resiko, beserta contoh-contohnya.

Jenis-jenis Investasi dan Contohnya

Seperti yang sudah disebutkan tadi, ada 3 jenis investasi yang biasa dilakukan di Indonesia, yaitu:

  • Investasi jangka panjang
  • Investasi jangka pendek
  • Investasi jangka menengah

Nah, sebelum membandingkan antara investasi jangka panjang, pendek atau menengah, mari kita pelajari dulu apa saja contoh-contoh dari ketiga jenis investasi ini.

Contoh Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah jenis investasi yang paling banyak dilakukan oleh orang dewasa maupun anak muda yang memikirkan masa depan mereka. Karena sesuai dengan namanya, investasi jenis ini biasanya tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, namun sebagai tabungan untuk anak dan cucu mereka di masa depan.

Beberapa anak muda juga banyak yang mulai berinvestasi jangka panjang sebagai tabungan di hari tua ketika mereka sudah pensiun.

Contoh investasi jangka panjang sendiri ada banyak, di antaranya:

  • Emas
  • Reksa dana
  • Asuransi

Anda semua pasti sudah tahu bahwa harga emas tidak pernah turun. Itulah mengapa, investasi emas selalu dianggap yang paling menguntungkan di masa depan. Selain itu, Anda juga tidak perlu repot memutar uang ke saham atau obligasi untuk mendapatkan profit.

Sedangkan dengan reksa dana, Anda hanya perlu melakukan deposit modal kepada Manajer Investasi dari perusahaan yang dipercaya. Nantinya modal tersebut akan diputar oleh Manajer Investasi ke beberapa jenis investasi lain agar nilainya tidak berkurang.

Dibandingkan emas, modal untuk investasi reksa dana jauh lebih murah. Namun reksa dana juga punya resiko kerugian meskipun kemungkinannya kecil.

Contoh Investasi Jangka Menengah

Selanjutnya ada jenis investasi berjangka menengah. Biasanya, investasi jenis ini dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kebutuhan dalam 4 atau 5 tahun kedepan. Misalnya untuk persiapan dana renovasi rumah, membeli kendaraan, biaya kuliah, dan masih banyak lagi.

Contoh investasi jangka menengah yang paling sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia ada 2, yaitu:

  • Obligasi
  • Sukuk Ritel

Obligasi merupakan jenis investasi dimana Anda membeli surat berharga dari perusahaan milik pemerintah. Dalam jenis investasi ini, Anda akan mendapatkan profit dari bunga yang dibayarkan sesuai dengan persentase dan perjanjian dalam surat tersebut. Biasanya obligasi dilakukan dengan kontrak selama 4 tahun.

Cara kerja sukuk ritel juga hampir mirip dengan obligasi. Hanya saja, jenis investasi ini dinilai lebih syariah karena profit yang didapatkan bukan berasal dari bunga melainkan dari capital gain.

Dibandingkan obligasi, sukuk ritel punya jangka waktu kontrak yang lebih singkat, yaitu 3 tahun.

Contoh Investasi Jangka Pendek

Terakhir ada investasi jangka pendek. Biasanya, jenis investasi ini dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan baik sampingan maupun penghasilan utama.

Investasi jangka pendek merupakan jenis investasi yang memiliki resiko tinggi namun bisa menghasilkan keuntungan yang besar pula. Sehingga banyak orang yang tergiur untuk melakukannya.

Contoh investasi jangka pendek sebenarnya ada banyak, Di antaranya:

  • Saham
  • Deposito
  • Valuta

Ketiganya memiliki jangka waktu investasi mulai dari 1 hati, 1 minggu, hingga 1 bulan hingga Anda mendapatkan profit dari modal yang diberikan. Namun, resiko Anda mengalami kerugian juga sangat besar sehingga bisa langsung membuat semua modal yang disediakan habis tanpa sisa.

Contohnya seperti valuta atau forex, dimana dalam satu kali deposit modal Anda bisa mendapatkan keuntungan hingga puluhan juta dalam jangka waktu paling lama 1 minggu. Namun disisi lain, Anda juga bisa kehilangan semua modal tersebut hanya dalam 1 hari.

Pilih Mana, Investasi Jangka Panjang, Pendek atau Menengah?

Nah, sekarang kita kembali ke pertanyaan utama. Pilih mana antara investasi jangka panjang, pendek atau menengah?

Jawabannya adalah sesuai dengan kebutuhan. Jika Anda niat berinvestasi untuk tabungan di masa depan, tentunya investasi jangka panjang yang memiliki resiko rendah dan terjamin adalah pilihan terbaik.

Lalu bila Anda ingin berinvestasi untuk kebutuhan 5 tahun ke depan, maka investasi jangka menengah seperti obligasi dan sukuk ritel bisa Anda pilih. Namun perlu diingat, investasi jangka menengah ini memiliki resiko kerugian dan kehilangan modal medium.

Dan jika Anda ingin mendapatkan profit langsung dari investasi, maka jenis investasi jangka pendek seperti saham dan deposito adalah pilihan yang paling tepat.

Seperti itulah jawaban dari pilih mana antara investasi jangka panjang, pendek, atau menengah. Sekarang waktunya Anda pikirkan sendiri kebutuhan masing-masing dan pilih jenis investasi yang paling cocok.